0 Comments

Pemasangan baja ringan atap bisa menjadi pilihan untuk hunian modern. Pasalnya, material ini memiliki banyak keunggulan, mulai dari bobot ringan tetapi kuat, tahan karat, dan bisa digunakan untuk jangka panjang.

Jika dibandingkan material lain seperti kayu, baja ringan ini  mudah dalam pemasangannya. Selain itu, mudah dalam perawatannya.

Namun, untuk proses pemasangannya sendiri tidak boleh sembarangan. Anda harus mengerti dan mengikuti standarnya dengan tepat.

Beberapa Hal Penting dalam Pemasangan Baja Ringan Atap agar Hasil Maksimal

Jika sudah menjadi atap, terkadang banyak permasalahan muncul. Misalnya, sambungan lemah dan atap melengkung, Bahkan, ada juga kebocoran, sehingga saat hujan akan menimbulkan banjir.

Akibat kurangnya pemahaman dalam pemasangan jenis atap ini, bisa menimbulkan banyak kerugian. Oleh sebab itu, di bawah ini adalah beberapa hal penting dalam pemasangan atap baja ringan. Tujuannya, agar permasalahan yang merugikan tidak akan terjadi.

  1. Menentukan Kualitas Material

Langkah pertama untuk menjadikan atap kuat adalah dengan pemilihan materialnya. Sebab, material ini juga akan menentukan bagaimana ketahanan bangunan ke depannya. Berbagai jenis tersedia, mulai dari bobot ringan hingga berat. 

Namun , jika Anda memilih atap dengan bobot ringan tanpa memperhatikan struktur, atap bisa rusak saat angin kencang. Oleh sebab itu, harus ada kesimbangan antaran keduanya. 

Tipe atap ini disarankan dengan ketebalan baja ringan minimal 0,25 mm untuk bangunan perumahan. Selain itu, atap harus sudah berstandar SNI.

  1. Memastikan Tipe dan Ketebalan Baja Ringan

Jenis baja ringan dan ketebalannya disesuaikan dengan standar yang berlaku. Tujuannya, agar rangka atap ini bisa maksimal dalam menopang beban. 

Sebaiknya, menggunakan kanal C dengan standar SNI. Ketebalannya minimal 0,75 mm, sedangkan reng dengan minimal ketebalan 0,45 mm. Jika ketebalan ini di bawah standar, jarak antar kuda-kuda harus lebih rapat (sekitar 60 cm).

  1. Kemiringan Sudut Atap

Hal penting dalam pemasangan baja ringan atap selanjutnya adalah sudut kemiringan atap. Di mana, sebelum memasang rangka, sudut ini harus ditentukan dengan benar. Hal ini sangat berpengaruh terhadap luas bidang atap yang ingin dipakai dan kemampuan aliran air hujan.

Idealnya, sudut kemiringan atap ini berada pada kisaran 25° sampai dengan 30°. Alhasil, bisa mengalirkan air hujan dengan baik dan struktur tetap stabil.

  1. Menentukan Jarak Kuda-kuda Baja Ringan

Penentuan jarak kuda-kuda pada baja ringan ini harus sesuai dengan gambar kerja atau denah bangunan. Di mana, ini harus dilakukan dengan sedetail mungkin. Umumnya, tidak menggunakan lebih dari 1.200 mm dan ini adalah jarak amannya, sehingga bisa menopang beban dan menghadapi berbagai cuaca. 

Di atas merupakan beberapa hal penting untuk diperhatikan sebelum pemasangan baja ringan atap. Tujuannya, agar atap bisa terpasang dengan baik, sehingga meminimalisir masalah yang mungkin terjadi. Melalui pemasangan yang tepat diharapkan akan memberikan perlindungan secara maksimal untuk hunian beserta penghuninya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts