0 Comments

Kesadaran global terhadap isu lingkungan telah mengubah paradigma dalam industri properti dan konstruksi. Manfaat bangunan hijau atau green building kini bukan sekadar tren gaya hidup ramah lingkungan, melainkan sebuah strategi bisnis yang cerdas. 

Secara definisi, bangunan hijau adalah struktur yang dirancang, dibangun, dan dioperasikan dengan meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan sekaligus memberikan dampak positif bagi penghuni dan ekosistem di sekitarnya.

Penerapan standar keberlanjutan dalam sebuah bangunan memang memerlukan perencanaan matang dan seringkali membutuhkan biaya awal yang sedikit lebih tinggi. Namun, jika dilihat dari perspektif ekonomi, aset ini menawarkan ketahanan nilai yang jauh lebih stabil di tengah fluktuasi pasar.

Apa saja Manfaat Bangunan Hijau?

Implementasi konsep bangunan hijau memberikan keuntungan yang mencakup aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan secara holistik. Berikut adalah penjabaran detail mengenai manfaat tersebut:

  1. Efisiensi Biaya Operasional

Salah satu keunggulan utama bangunan hijau terletak pada efisiensi konsumsi sumber daya. Melalui penggunaan sistem pencahayaan alami, panel surya, dan ventilasi silang yang optimal, konsumsi listrik dapat ditekan secara signifikan. 

Selain itu, sistem daur ulang air limbah (greywater) serta penggunaan perlengkapan sanitasi hemat air membantu mengurangi biaya tagihan utilitas bulanan.

Penghematan biaya operasional ini secara langsung meningkatkan arus kas bersih (net operating income) dari aset properti tersebut.

  1. Peningkatan Nilai Jual dan Sewa

Properti yang memiliki sertifikasi hijau (seperti Greenship, LEED, atau EDGE) cenderung memiliki nilai jual lebih tinggi dibandingkan bangunan konvensional. Hal ini dikarenakan pasar saat ini semakin menghargai efisiensi dan kualitas bangunan. 

Investor dan penyewa korporat besar sering kali memiliki kebijakan keberlanjutan internal yang mewajibkan mereka untuk menempati ruang kerja ramah lingkungan. Tingginya permintaan ini memberikan daya tawar bagi pemilik properti untuk menetapkan harga sewa lebih kompetitif.

  1. Kualitas Hidup dan Produktivitas Penghuni

Fokus utama bangunan hijau adalah menciptakan lingkungan dalam ruangan yang sehat. Hal ini dicapai melalui penggunaan material bangunan rendah emisi kimia (low VOC), pengaturan suhu yang stabil, serta akses terhadap cahaya matahari. 

Lingkungan sehat terbukti dapat menurunkan tingkat stres dan meningkatkan produktivitas individu yang beraktivitas di dalamnya. Bagi pemilik gedung perkantoran, hal ini merupakan nilai jual unik yang sangat menarik bagi para penyewa.

  1. Ketahanan Aset Terhadap Regulasi Masa Depan

Pemerintah di berbagai negara, termasuk Indonesia, mulai memperketat regulasi mengenai emisi karbon dan efisiensi energi pada bangunan gedung. 

Dengan berinvestasi pada bangunan hijau sejak dini, risiko kerugian akibat renovasi paksa demi memenuhi standar hukum baru di masa depan dapat dihindari. Bangunan hijau dirancang untuk relevan dalam jangka waktu lama, sehingga mengurangi risiko depresiasi aset yang cepat.

Memilih untuk berinvestasi pada bangunan hijau adalah langkah strategis untuk mengamankan nilai aset di masa depan. 

Meskipun membutuhkan ketelitian dalam fase konstruksi dan desain, keuntungan yang dihasilkan dari efisiensi operasional, apresiasi nilai aset, serta kepatuhan terhadap regulasi menjadikannya pilihan investasi sangat menguntungkan. 

Manfaat bangunan hijau membuktikan bahwa profitabilitas ekonomi dapat berjalan beriringan dengan kelestarian bumi. Sehingga saat merancang pembangunan, pastikan mempertimbangkan konsep ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts