0 Comments

Sertifikasi Greenship merupakan sebuah sistem penilaian bangunan hijau di Tanah Air. Mekanismenya berada di bawah pengelola Green Building Council Indonesia (GBC). Sistem ini menilai bangunan dari tahap desain, pembangunan, hingga operasional.

Pentingnya Sertifikasi Greenship dan Jenisnya

Seperti kita tahu, pembangunan modern tak bisa lagi hanya berfokus pada aspek estetika maupun fungsi. Sebab, dampak lingkungan dari konstruksi kini menjadi perhatian besar. Menurut Green Building Council Indonesia (GBCI), sektor bangunan menyumbang emisi karbon yang signifikan. 

Oleh sebab itu, konsep green building muncul sebagai solusi dalam rangka mengurangi jejak lingkungan sekaligus menciptakan ruang hidup lebih sehat. Tujuannya tak lain adalah memastikan bangunan hemat energi, efisien air, serta ramah lingkungan.

Sertifikasi ini pun menjadi bukti bahwa sebuah bangunan mendukung prinsip keberlanjutan sesuai regulasi nasional dan program PROPER.

Greenship sendiri terbagi dalam sejumlah kategori guna menyesuaikan kebutuhan bangunan. Ada Greenship New Building untuk gedung baru, Existing Building bagi gedung yang sudah berdiri, Interior Space, Homes, hingga Neighbourhood. 

Ragamnya memperlihatkan fleksibilitas penerapan konsep hijau di berbagai tipe bangunan. Dengan demikian, tiap-tiap proyek punya peluang untuk memberikan dukungan terhadap pembangunan berkelanjutan.

Kriteria Greenship Certification

Untuk memperoleh sertifikat Greenship, bangunan harus memenuhi enam kategori utama. Pertama, tepat guna lahan yang fokus pada lokasi pembangunan. Kemudian, efisiensi energi dengan penerapan sistem hemat listrik. Selanjutnya, konservasi air melalui teknologi pengelolaan air. 

Lalu, material ramah lingkungan yang mendukung siklus daur ulang. Selain itu, kesehatan dan kenyamanan ruang yang menjamin kualitas udara. Terakhir, manajemen lingkungan bangunan yang memastikan keberlanjutan operasional.

Tahapan Proses Sertifikasi

Proses sertifikasi Greenship berlangsung secara bertahap. Mulai dari registrasi dan kelayakan, lalu berlanjut ke workshop atau konsultasi. Setelah itu ada verifikasi dokumen dan site visit oleh tim penilai. 

Hasilnya dievaluasi sebelum sertifikat diberikan sesuai peringkat, mulai dari Certified, Silver, Gold, hingga Platinum. Semakin tinggi peringkat, semakin baik pencapaian bangunan dalam aspek keberlanjutan.

Manfaat Lingkungan dan Sosial

Bangunan bersertifikat Greenship terbukti lebih efisien dalam penggunaan energi dan air. Data GBCI menunjukkan penghematan energi bisa mencapai 20–30% pada gedung hijau. 

Selain itu, kualitas udara dalam ruangan lebih baik sehingga meningkatkan kesehatan penghuni. Dari sisi sosial, penerapan green building juga membantu menciptakan lingkungan perkotaan yang lebih nyaman dan berkelanjutan.

Nilai Tambah bagi Pengembang dan Penghuni

Bagi pengembang, sertifikasi Greenship meningkatkan daya tarik pasar sekaligus reputasi. Bangunan dengan sertifikasi ini lebih diminati investor maupun penghuni karena menawarkan efisiensi biaya jangka panjang. 

Bagi penghuni, manfaatnya nyata berupa penghematan tagihan energi serta suasana ruang yang sehat dan produktif. Hal ini sejalan dengan tren global menuju gaya hidup berkelanjutan.

Sertifikasi Greenship hadir sebagai instrumen nyata untuk mendorong pembangunan ramah lingkungan. Dengan standar penilaian yang jelas, sistemnya membantu mewujudkan bangunan efisien, sehat dan berkelanjutan. Di tengah tantangan perubahan iklim, penerapannya menjadi langkah penting menuju masa depan yang lebih hijau dan bertanggung jawab.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts